Aku pernah menghentikan semesta ketika mataku menangkap matamu di dalam keramaian, pertama kali kita bertemu, dulu.
Siapa dia?
Tuhan menjawab ''rindu''
Sebentar, mana mungkin itu dia, aku tak mengenalnya. Apakah Tuhan berbohong? Ah ngawur, Tuhan tak mungkin bohong.
Tapi yang ku tahu, dia adalah kita. Sementara aku melihat kalian disana.
Hening...
Tuhan benar, itu dia.
Aku yang lupa ku kira ''kita'' masih menjelma dalam rindu, dia yang lebih dulu menguburnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar