Senin, 31 Desember 2012

Surat: Selamat Tahun Baru, Sayang

Hai sayang, apa kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja disana. Sebelumnya aku minta maaf karena hanya kata-kata dalam surat ini yang datang kepadamu sebagai pengganti kehadiranku disisimu malam ini. Ya aku tahu sayang kamu pasti rindu, karena aku juga disini begitu, atau mungkin aku salah? Hehehe..

Kemana kamu akan pergi malam ini, sayang? Taman kota? Kafe biasa kita menghabiskan senja? Atau dirumah saja? Andai aku bisa menemanimu sayang, pergi kemanapun aku tak perduli, karena yang ku tahu semua tempat menjadi indah saat bersamamu. Apa kamu masih ingat tempat favoritku, sayang? Iya masih seperti dulu, dekat jendela yang ada kopi dan kamunya :)

Sayang, semoga malam ini indah ya untukmu, dan semoga beberapa kalimat ini mampu sedikit mengobati rindu yang tercipta oleh jarak.

Teruntuk sayang-ku yang terjebak masa depan. Aku menunggu.

Jumat, 28 Desember 2012

Sebuah nama

Jika rintik air hujan malam ini kau beri nama pada sebuah puisi
Lalu, apa yang akan kau namakan pada tetes air yang membasahi pelupuh mataku?

Senin, 24 Desember 2012

Piliihan Hati

Lagi-lagi tengah malam seperti ini
Rindu datang enggan pergi
Katanya dia kesepian sendiri

1 jam 2 jam 2,5 jam
Aah sudah cukup aku mengantuk, biarkan aku tidur. Pulanglah rindu! Apa orang tuamu tahu kau disini?

Mendengar nada kasar dari mulutku dia pun tiba-tiba menangis lirih
Dan berkata sambil menangis ''Ka..ka.mu ja..hat.. rindu kan ha..ha..nya.. ingin menemani kamu sampai pa..gi.. datang. Kamu lupa, hanya dia pengganti rindu, jika rindu pergi apa dia akan datang padamu?''

Rindu benar, dimana dia sekarang
Hanya rindu yang setia bersamaku

''Sekarang kamu pilih rindu atau dia??'' lanjutnya,

Siapa yang harus ku pilih?
Rindu atau dia yang telah memilih pilihan hatinya?

Maafkan aku rindu, aku paham sekarang
Kau bukanlah pilihan, tapi kenyataan yang harus aku jalani tiap malam..

Patah Hati #1

Minggu, 23 Desember 2012

Keringat Itu Bernama Rindu

Aku bertemu rindu dalam setiap jalan pulang dari perjumpaan kita

Pada mata ia singgah, sering kali rindu membuat mataku berkeringat

Ia mungkin lelah..

Apakah rindu juga ada di matamu?
Cukup kau yang tahu

Dan mungkin aku akan tahu jika matamu juga mulai berkeringat..

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu
Jika kau melihatku tersenyum setiap kita bertemu, tersenyumlah
Karena aku bahagia

Aku mencintaimu
Jika kau mendapatkan pesan singkatku setiap saat, balaslah
Karena memperhatikanmu

Aku mencintaimu
Jika aku menyatakannya dan kau tak suka, diamlah saja
Karena cintaku bukan pertanyaan yang perlu kau jawab

Aku mencintaimu
Jika kau tak lagi melihatku, tunggulah
Karena aku akan kembali mengejarmu

Aku mencintaimu
Jika kau kehilangan aku
Itu karena aku telah mengabaikanmu

Sesungguhnya cinta mati dalam pengabaian

Siapa?

Aku pernah menghentikan semesta ketika mataku menangkap matamu di dalam keramaian, pertama kali kita bertemu, dulu.

Siapa dia?
Tuhan menjawab ''rindu''

Sebentar, mana mungkin itu dia, aku tak mengenalnya. Apakah Tuhan berbohong? Ah ngawur, Tuhan tak mungkin bohong.

Tapi yang ku tahu, dia adalah kita. Sementara aku melihat kalian disana.

Hening...

Tuhan benar, itu dia.
Aku yang lupa ku kira ''kita'' masih menjelma dalam rindu, dia yang lebih dulu menguburnya.

Tok.. Tok.. Tok..

Bunyi ketukan pintu malam hari,

''Siapa itu?''

''Aku, rindu''

Aku harusnya tidur, kau membangunkanku
Lalu kita mengobrol hingga fajar

Cinta Terlarang

Ibam: ''Dimana?''

Cenn: ''10 menit lagi, di depan gang..''

Satu Kata

Dulu,
Kau pernah memintaku untuk meng''iya''kan permintaanmu
Satu kata ''iya'' yang kau minta hanya sekali
Satu kata ''iya'' dan kau berjanji tak kan minta apapun lagi setelahnya
Satu kata ''iya'' yang membuatku merasa bodoh

Katamu sore itu,
''kamu seneng kan kalau liat aku bahagia?'', tanyamu
Jawabku, ''iya..'' aku diam
''yaudah, harusnya kamu setuju dengan keputusanku'' lanjutmu,
Hanya bahasa keheningan yang aku tahu saat itu, aku diam

Satu pintamu yang terakhir untuk mengakhiri ''kita''

Pisah..

''Dulu,
kau dan aku adalah kita.
Sekarang,
kau adalah kalian
tanpa aku''

Sabtu, 22 Desember 2012

Dalam Gelap

Setelah detik menit jam dan ratusan hari yang kutawarkan
Kau tetap saja diam dan kau pilih malam

Ah sudahlah,
Bukankah embun pagi masih lebih sejuk daripada udara malam yang menusuk?!

Sangkar Hatimu

Sangkar hatimu,
Kulihat serigala di dalamnya
Tersenyum dan giginya yang tajam
Berdiri dengan satu kaki di atas kursi

Sangkar hatimu,
Bolehkah ku isi dengan kelinci putih yang lucu?
Yang pasti akan menghiburmu
Aku tahu kau suka warna putih
Maka ku pilihkan yang itu

Rindu Pada Sebuah Blog

Sesederhana angin yang berhembus meniup lautan menjadikannya ombak, menenggelamkan rindu

Aku ingin mengatakan rinduku yang hanya bisa berakhir pada tulisan

Rindu yang ku teriakan dalam diam, ku bisikan pada angin, ku titipkan pada sinar bulan

Berharap dalam gelap, melihatmu dalam pejaman mata, memelukmu di setiap doa

Memilikimu dalam kehilangan, bersamamu dalam kenangan, merelakanmu dengan senyuman

Tak usah kau jawab cinta, aku tak pernah bertanya

Tentang Pagi

Sayang,
Sebelumnya kita pernah berkhayal tentang hari esok, tapi kini kau lebih dulu mewujudkan khayalanmu
Katamu akulah akhir dari tujuanmu, nyatanya kau menuju arah yang berbeda

Kita pernah terbangun bersama pada sebuah pagi, setelah semalaman kita arungi mimpi
Kita melakukannya berulang kali, bermimpi tentang kita, yang tak tercipta

Rindu yang kau titipkan pada embun membuatku selalu bangun pagi
Yang sebelumnya hanya bisa aku lihat kau dalam mimpi

Sampai jumpa nanti malam, ya sayang?
Dalam mimpi pasti...

Malam yang indah pada sebuah kamar hotel melati