Jam telah menunjukan pukul 2 pagi tapi mata ini masih enggan tuk terpejam, sepertinya mataku masih berharap tuk menyaksikan kehadiranmu atau sekedar membaca pesan singkat darimu. Mungkin mataku telah lupa bahwa kau juga telah melupakanku.
Awalnya
Dulu mataku pernah menjadi organ terhebat saat menemukan matamu dalam keramaian, saat kita saling menatap dan kau menghadiahkan senyum termanis yang pernah mataku terima. Disusul indera perabaku yang menyentuh tanganmu, kita bersalaman.
Kini mataku merasa payah, tatapannya gagal, kosong ke segala penjuru arah. Karena ia tak berhasil menemukanmu, dan tiap tetes air yang ia keluarkan adalah karena ia lelah dalam pencariannya.
''Melihatmu dalam pejaman mata, bersamamu dalam gelap''.